Home > CINTA/LOVE > Sherly dan Bunga Lily

Sherly dan Bunga Lily

Pagi itu kembali Sherly tertegun ketika menatap bunga lily di halaman belakang rumahnya. Rangkaian bunga lily yang demikian banyak yang ia telah rawat dan pelihara sekian waktu. Ada ribuan cerita dan kenangan di balik bunga-bunga lily yang menghias taman halaman belakang rumahnya.

Indah …

Manis …

dan … demikian menghancurkan hati ….

Empat tahun yang lalu Ron menyatakan cintanya kepada Sherly. Dengan bahasa yang sederhana dan terbata-bata Ron mengungkapkan betapa ia ingin menghabiskan sisa hidupnya hanya dengan Sherly, cinta Ron terhadap Sherly telah begitu membawa diri Ron pada pilihan untuk berkomitmen dengan Sherly.

Dengan bunga lily yang segar, sesegar cinta Ron bagi Sherly, ungkapan cintapun terbungkus dengan romantisnya walau dalam kesederhanaan. Kenapa bunga lily? Sederhana saja, karena Sherly paling suka bunga lily.

Hari itu bagitu membawa diri Sherly pada dunia yang berbeda! Dunia yang telah lama dinantikannya untuk memecah kesendiriannya. Akhirnya Sherly mendapatkan seseorang yang bersedia untuk bukan hanya mengisi hatinya, namun juga hendak menghabiskan sisa hidup bersamanya.

Bunga lily segar itu menjadi saksi peristiwa indah hari itu.

Bung lily segar itu -walau bungkam tak berkata- memperindah dua hati yang sedang berpadu.

Bunga lily yang sama itu juga menjadi saksi ribuan peristiwa-peristiwa selanjutnya …

Sejak saat itu Sherly dan Ron menjalin hubungan kasih, menikmati semua hari dan waktu dalam kebersamaan indahnya cerita asmara. Begitu bahagianya ketika Ron selalu demikian perhatian pada Sherly. Ron selalu bisa mengerti dan memahami Sherly.

Satu hal yang membuat gagalnya hubungan-hubungan Sherly sebelumnya adalah sifat Sherly yang demikian sukar untuk mengalah. Selalu ingin segera mendapatkan apa yang dimintanya. Namun Ron dengan ketulusan dan kesabaran mampu untuk mengimbangi Sherly. Ron yang lebih dewasa baik secara umur dan karakter, lebih matang dari Sherly, membuat hubungan mereka terbingkai dengan indahnya walau seringkali ada beberapa masalah, wajarlah bagi sebuah hubungan.

Bagi Sherly Ron adalah pria yang matang, dewasa, pengertian dan bisa membimbing. Sherly merasa nyaman dan damai ketika bersama Ron. Walau sering kali Sherly manja dan kekanak-kanakan, di satu sisi Sherly juga demikian tidak mau mengalah, namun Ron bisa membawa hubungan mereka dalam kematangan dan keindahan. Sherly berharap hubungan kali ini tidak akan gagal lagi seperti yang sudah-sudah.

Bunga lily itu menceritakan kisah yang lain …

Ring tone handphone Ron berbunyi beberapa kali, itu adalah panggilan dari Sherly. Ron sengaja tidak menjawabnya. Beberapa kali berdering kembali, namun Ron tidak juga mengangkatnya.

Di kampus, Sherly mulai sangat kesal dan bertanya-tanya kenapa Ron tidak juga menjawabnya. Beberapa pesan singkat juga tidak dibalas Ron.  Semakin kesal dan jengkel Sherly dibuatnya. Tak biasa hal ini terjadi. Sesibuk apapun Ron selalu menyempatkan dirinya untuk menjawab atau setidaknya membalas singkat pesan-pesan Sherly yang masuk.

Gundah, kesal, jengkel, penuh tanda tanya. Sherly mulai tidak bisa menguasai diri. Betapa tidak? Hari itu adalah hari ulang tahun Sherly, Sherly hanya ingin jam itu dijemput. Dia telah sengaja untuk membatalkan beberapa janji dengan teman-temannya bahkan mata kuliah sore-pun ia tinggalkan supaya dapat menikmati malam itu dengan Ron.

Memang tepat jam12 malam Ron sudah mengucapkan selamat ulang tahun, namun sejak percakapan malam itu Ron susah dihubungi. Bukankah itu adalah hari ulang tahun Sherly? Bukankah itu adalah hari yang penting bagi Sherly?

Sore itu Sherly pulang sendiri dari kampusnya. Berharap Ron datang menjemput dan mengajaknya untuk makan malam bersama merayakan hari ulang tahun Sherly, tentunya pasti dengan bunga lily seperti yang sudah-sudah.

Sudah empat tahun ini Sherly merayakan ulang tahunnya dengan Ron yang selalu diindahkan dengan bunga lily pemberian Ron walau dengan kemasan dan suasana yang berbeda. Itulah yang membuat Sherly begitu mencintai Ron. Selain Ron dewasa, matang, namun juga kreatif. Selalu saja Ron mampu membawa suasana-suasana baru yang penuh kejutan, terutama di hari ulang tahun Sherly.

Seraya menyusuri jalan-jalan kota sendiri, dengan kegundahan, Sherly mulai menengok ke belakang untuk menghibur diri.Sherly mencoba telepon Ron namun kali ini handphone Ron justru sudah tidak aktif.

“Ini pasti kejutan baru lagi dari Ron!”, pikirnya.

Sambil menenangkan dirinya Sherly berharap Ron yang tidak bisa dihubungi hanyalah bagian dari kejutan Ron di hari ulang tahun Sherly.

Tiba-tiba …

Bunga lily itu menceritakan kisah berikutnya …

Handphone Sherly berdering. Bergegas ia melihat untuk mengangkatnya. Ternyata dari Jim teman dekat Ron.

“Halo Jim …”, jawab Sherly.

“Sher…Ssss…. Sher… kamu dimana?”, Jim terbata-bata dan terkesan sangat tegang.

“Ada apa Jim? Aku sedang perjalanan pulang dari kampus.Aku jalan kaki Jim.”

“Aaaa….ku jemput kamu sekarang..”

“Kenapa?Kamu dengan Ron?”

“Tidak…aaaku sendirian, kamu sampai mana aku jemput sekarang.”

“Iya ok, tapi ada apa sebenarnya….dimana Ron?”

“Nanti saja kuberitahu, aku kesitu sekarang.”

Seribu pertanyaan menyelimuti Sherly. Kegalauan dan kegundahannya tak bisa sirna dengan adanya telepon dari Jim yang terdengar tegang dan tergesa-gesa. Ada apa dengan Ron? Dimana Ron?

Sherly mencoba menghubungi Ron. Masih tidak aktif.

Bunga lily itu menceritakan kisah mendebarkan berikutnya …

Jim telah tiba dan mulai membawa Sherly naik sepeda motornya.

Muka Jim memerah, kusut, tegang, menyiratkan ada banyak hal tidak beres.

“Kenapa Jim? Ada apa sebenarnya?”, desak Sherly.

Jim terdiam, mata Jim memerah, pandangan kosong. Tak kuasa menahan, air mata Jim mulai bergulir. Jim terus terdiam dan semakin mempercepat sepeda motornya.

“Jim!Ada apa?Apa yang terjadi?Jim …” Sherly semakin bingung.

“Rrrron … Rrrron …mmmmm …mninggal karena kecelakaan!”

“Apa? … Tidak mungkin! Tidak mungkin!” Teriak Sherly tak kuasa menahan kaget dan tangisnya.

Bunga lily  kembali menjadi saksi ….

Sebuah vespa rusak berat menghantam  bagian belakang sebuah Jeep. Ron yang tergesa-gesa dalam perjalanan menjemput Sherly di jam itu menabrak Jeep. Dengan kecepatan tinggi, Ron tak bisa berhenti tepat waktu, dan akhirnya  hancur dalam kecelakaan itu. Tubuh Ron hancur, bunga-bunga lily, ratusan rangkaian bunga lily untuk Sherly hancur berhamburan seraya penuh noda darah Ron.

Sherly tak kuasa menerima kenyataan itu.

Bunga lily penuh darah …

Bunga lily saksi pengorbanan Ron …

Bunga lily cerita di balik kisah Sherly dan Ron …

-Andrew King-

CINTA DI ATAS AWAN

Seringkali ketika jalinan cinta mulai matang, sang waktu menembus kebahagiaan dengan rangkaian tragedi yang menyayat hati.

Seolah seluruh semesta tidak bergandengan tangan mendukung lembar demi lembar halaman-halaman kisah cinta yang  sedang tertorehkan.

Kebahagiaan serasa sesaat

Harapan-harapan serasa tersendat

Jiwa serasa tak kuat dalam kekecewaan dan jutaan pertanyaan

Ketidakberpihakan semesta dengan torehan kisah cinta

Selalu meninggalkan jejak-jejak berbekas tajam akan pahitnya jiwa di kedalaman relung asa

Namun …

Waktu terus bergulir dan pasti akan mewariskan harapan-harapan segar bagi bangkitnya kisah cinta yang baru akan tertebar

Tak akan pernah cinta tertinggal sendirian tanpa ada pasangan lengan yang merengkuh tuk bergandengan

Percayalah pasti akan ada lembaran baru yang bisa terkisahkan dan terabadikan dalam indahnya cinta di atas awan

-Andrew King-

Categories: CINTA/LOVE
  1. lily
    22/03/2010 at 01:36

    hhmmmmmmmmm,,, mengharukhan sejarahnya bunga li2 di lambangkhan sebagai penderitaan,, tp itu hanya suatu kebetulan saja bagi saya semua bunga sama indahnya itu sebabnya Tuhan menciptakannya,
    i like lily bcs nama panggilan saya, dan hidup saya seindah bunga lili yg akan merekah dan bunga li2 mempunyai bau yg has bgt, dan walau di rangkai sederhana dia ttp cantik menghiasi ruangan…^_^, t”hx Andrew

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: