Home > SPIRITUAL > THE REAL UNLIMITED LIFE

THE REAL UNLIMITED LIFE

Kehidupan Sejati Yang Tak Terbatas

Seberapa banyak kita secara nyata menjalani kehidupan yang sejati,suatu kehidupan yang sungguh-sungguh hidup? Bukan kehidupan yang penuh bau kematian atau setengah mati-setengah hidup? Apakah kita hanya sekedar menjalani hidup ini demi segala kesenangan dan kepuasan semata yang cenderung lebih banyak menghancurkan dan mematikan jika tanpa nilai-nilai yang benar? Atau yang sama tragisnya lagi kita hanya menjalani dengan pasrah saja pada sang nasib? Tak ada dinamika maupun tantangan yang begitu memicu kita untuk dapat mencapai yang terbaik? Sekedar menjalani hidup karena segalanya telah nyaman?

Memang bagi beberapa di antara kita hidup yang sejati-yang sungguh hidup hanyalah sekedar menikmati dengan segala kesenangan dan kepuasan. Sementara yang lain sekedar hidup biasa-biasa saja, tak perlu banyak mengambil resiko, karena terlalu banyak resiko tidak akan dapat menjalani hidup yang sejati itu. Beberapa orang yang lain menjalani hidup ini dengan begitu terseret-seret, tersendat-sendat, karena beragam badai yang menghantam dan mengguncang. Bagi mereka hidup yang sejati itu begitu jauh dari harapan, tak mungkin kita menghidupi kehidupan sejati-suatu kehidupan yang benar-benar serasa hidup- jika selalu ada permasalahan yang datang dan tak kuasa menyeleseikan.

Bagi beberapa orang kehidupan yang sejati adalah dengan melakukan jalan mistis. Hidup bertapa, menyendiri, menjauhkan diri dari beragam aktivitas dan kesenangan duniawi supaya dapat mencapai kenyataan hidup sejati itu. Melakukan banyak pantangan, membelenggu diri dengan ragam ritual yang begitu jauh dari kehidupan dan kenyataan. Beberapa lagi menjalani dengan ragam peraturan-peraturan agamawi, menghias diri dengan segala asesoris agama namun pada kenyataannya hanyalah pemuas hidup ego yang haus akan hormat dan pujian karena merasa begitu agamawi dan rohani.

Bagi saya the real life-hidup sejati-hidup yang benar hidup- itu adalah hidup yang kita jalani-nikmati-syukuri dengan kesadaran penuh bahwa kita memiliki sumber-sumber tak terbatas yang telah ada dalam diri kita untuk menjadi pencerahan dan berkat bagi semesta. Hidup yang sejati itu adalah hidup yang berasal dari Sang Maha Tak Terbatas, Sang Hidup Sejati itu sendiri (saya menyebutnya Tuhan) karena kita hidup dan bergantung penuh kepada-Nya. Semua yang diperlukan untuk menjalani hidup yang sejati-yang benar-benar hidup telah ada di dalam kita, telah dianugerahkan dalam diri kita. Tujuannya jelas: kehidupan sejati untuk pencerahan dan berkat bagi seluruh semesta.

1. Menikmati
Hidup yang sejati itu merupakan hidup yang dapat kita nikmati dengan segala keadaan yang ada. Hal ini sangat dekat dengan hidup yang penuh ucapan syukur. Apapun yang kita hadapi seharusnya kita nikmati. Entah ketika kita ada di puncak kebahagiaan, kelimpahan, keberhasilan, atau ketika kita ada di lembah kekalahan, kekecewaan, kegagalan. Hidup yang sejati-yang benar hidup itu adalah hidup yang mampu menikmati segala yang ada di bawah matahari. Kita dapat menikmati semua itu karena dalam diri kita sesungguhnya telah ditanamkan kuasa-kekuatan untuk dapat menikmati. Kehidupan yang benar-benar hidup adalah kehidupan yang benar-benar kita nikmati. Mereka yang tidak dapat menikmati hidup ini adalah mereka yang jauh dari hidup yang sesungguhnya.

2. Mensyukuri
Tidak jauh berbeda dengan unsur kehidupan sejati sebelumnya, unsur berikutnya adalah bersyukur. Kehidupan akan benar-benar menjadi kehidupan yang sejati, kehidupan yang sesungguhnya yaitu ketika kita senantiasa mengucapkan syukur atas segala keadaan yang kita alami. Ucapan syukur itu merupakan kekuatan ilahi-kekuatan spiritual yang akan mencerahkan setiap kehidupan kita sehingga mampu mencerahkan semesta. Hanya mereka yang tidak lalai mengucap syukur yang akan terus menikmati kehidupan yang sejati itu. Keindahan pengucapan syukur terletak pada kekuatan dan kepasrahan kita dalam menerima segala keadaan yang justru menjadi kekuatan tak terbatas kita dalam jalani seluruh hidup ini.

3. Kesadaran
Menjalani hidup dengan kenikmatan dan syukur haruslah dijalani dengan kesadaran penuh bahwa semua sumber-sumber kita adalah sumber-sumber tak terbatas yang telah Sang Maha Tak Terbatas-Sang Hidup Sejati telah tanamkan dalam diri kita. Hidup yang sejati tak bisa lepas dari kesadaran penuh akan hal ini. Kesadaran bahwa yang sejati itu hanya berasal dari Yang Maha Sejati. Jika kita mengerti dan menyadari penuh akan hal ini maka kita pasti akan dapat mencerahkan dan memberkati seluruh semesta dengan keberadaan kita, dengan kehidupan kita. Kesadaran-pencerahan ini merupakan kekuatan siritual yang tak terbatas dalam menjalani kesejatian hidup. Semakin kita sadar penuh-semakin kita dicerahkan-semakin kita akan kuat secara spiritual dan semakin kita mampu menikmati dan mensyukuri semua yang ada.

4. Memberkati & Mencerahkan Semesta
Kehidupan sejati bukanlah kehidupan yang egois yang hanya dapat kita nikmati sendiri saja tanpa peduli dengan seluruh semesta (sesama+alam-lingkungan). Kesejatian hidup yang kita jalani-nikmati-syukuri dengan kekuatan pencerahan ilahi haruslah berdampak bagi seluruh semesta. Kitalah yang memegang kendali di keseluruhan semesta. Kitalah yang memegang kendali atas pilihan-pilihan kita. Sang Hidup Sejati (Tuhan) telah memberikan kuasa-otoritas-wewenang bagi manusia (kita) untuk memegang kendali di seluruh semesta dengan memberikan sumber-sumber tak terbatas-Nya yang Ia karuniakan di dalam kita. Dengan demikian kita memiliki benih-benih ilahi untuk dapat mencerahkan dan memberkati semesta karena itulah mandat kehidupan sejati.

Kehidupan sejati yang kita jalani dengan kebergantungan mutlak kepada Sang Hidup Sejati pasti akan membawa pencerahan dan berkat bagi seluruh semesta. Pilihan di tangan kita. Jenis hidup seperti apakah yang akan kita ambil, dan cara hidup bagaimanakah yang akan kita tempuh dan jalani.

Kehidupan sejati menanti di depan kita. Kemuliaan hidup sejati terbuka di depan kita, dan lebih dari itu dengarlah Sang (Pemberi) Hidup Sejati sedang mengetok pintu hati kita dengan undangan untuk turut menikmati hidup yang sesungguhnya yang telah Ia sediakan.

Apakah kita bersedia membuka pintu bagi-Nya?

-Andrew King-

Categories: SPIRITUAL
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: