Home > KUASA INJIL > INTIMATE “PASCHA” (I)

INTIMATE “PASCHA” (I)

Dari Pendamaian Hingga Keintiman
Oleh:Andrew King

Ketika tirai Bait Suci terkoyak pada peristiwa kematian Kritus di kayu salib (Pascha Staurosimon/Pascha Crucifixionis) hal itu menunjukkan bahwa hubungan Tuhan dengan manusia tidak lagi ada pembatas, sekaligus menunjukkan bahwa jalan ke tempat Maha Kudus -tempat paling rahasia, sebuah tempat keintiman dengan Tuhan-sudah terbuka lebar.”Dan tabir Bait Suci terbelah dua”(Lukas 23:45b)

Jalan kepada pengampunan-penebusan dan sekaligus keintiman telah terbuka lebar.
Peristiwa kematian Kristus membawa pendamaian dan juga keintiman. Dua hal yang sangat luar biasa!

PENDAMAIAN

“Whom God hath set forth to be a propitiation, through faith in his blood”(Roma 3:25, English Webster Bible)

Kematian Kristus merupakan penghukuman yang setimpal dengan semua dosa umat manusia sepanjang sejarah peradaban sejak kejatuhan Adam. Penyiksaan yang Kristus alami yang demikian, brutal, keji, tak beradab, kejam, sungguh tidak manusiawi, merupakan wujud penghukuman Tuhan atas keberdosaan manusia. Betapa dosa itu demikian kotor dan menjijikkan di hadapan Tuhan Yang Maha Kudus, sehingga harus ada hukuman atas dosa yang demikian brutal dan keji yang dijatuhkan pada diri Kristus, yang sebenarnya merupakan hukuman atas dosa-dosa kita.

Dosa yang demikian kotor-menjijikkan menjadikan manusia terpisah dengan Tuhan Yang Maha Kudus. Demikian terpisahnya sehingga tidak akan terjembatani oleh apapun dan siapapun. Hal ini menjadikan manusia benar-benar terpisah dari persekutuan-hubungan-keintimannya dengan Tuhan.

Lebih parah lagi, manusia menjadi musuh Tuhan karena sifat keberdosaannya dan tentu saja karena perbuatan-perbuatannya yang cenderung berdosa. Sesuatu harus dilakukan. Keterpisahan atau lebih buruknya lagi perseteruan-permusuhan manusia dengan Tuhan itu harus didamaikan. Jarak yang tak mungkin dapat terjembatani antara manusia berdosa dengan Tuhan Maha Kudus harus segera dihubungkan.

Dengan kasih-Nya yang tanpa batas,Tuhan berinisiatif melakukan pendamaian karena memang jarak tersebut tak akan dapat terjembatani jika manusia berusaha dengan kekuatannya sendiri. Oleh karena itu Tuhan berkehendak untuk turun ke dunia menjadi sama dengan manusia untuk dapat menebus dosa seluruh umat manusia.

Dalam Pribadi Yesus Kristus semua hukuman yang setimpal dengan dosa seluruh manusia di sepanjang sejarah kefanaan ditimpakan,sehingga manusia tidak perlu menanggung hukuman dosa. Manusia tinggal percaya kepada Dia yang telah menanggung hukuman dosa itu sehingga manusia akan terdamaikan dengan Tuhan hingga kekekalan.

Jembatan pendamaian itu memang demikian mahal harganya. Jembatan untuk dapat menghubungkan dan mendamaikan manusia dengan Tuhan demikian mahalnya-terlihat dalam seluruh peristiwa penyaliban Kristus. Dari salib itulah pendamaian dilakukan. Darah tertumpah, daging tercabik-cabik. Harga damai yang demikian mahal telah terbayar lunas. Peristiwa salib Kristus menjadikan permusuhan-perseteruan manusia dengan Tuhan diakhiri. Ada perdamaian kembali seperti ketika sebelum kejatuhan Adam dalam dosa. Kristus Yesus adalah jalan pendamaian manusia untuk dapat kembali memasuki hubungan yang harmonis dengan Tuhan. Dan lebih dari itu, memiliki keintiman kekal dengan Tuhan.

KEINTIMAN

Berkat-berkat salib Kristus tidak hanya berhenti pada pendamaian saja. Lebih jauh lagi hubungan manusia dengan Tuhan dibawa ke dalam keintiman. Manusia dilayakkan atau diberi jalan masuk kepada Tuhan hingga ke Ruang intim-Nya sendiri, Ruang Maha Kudus-Nya!

Yang selama ini manusia menjadi musuh-seteru Tuhan karena dosa justru dilayakkan menjalin hubungan yang dekat-intim-melekat-harmonis dengan Tuhan. Manusia dibawa masuk ke dalam hadirat Tuhan semesta alam. Diberi hak-hak Kerajaan yang begitu istimewa yaitu terbukanya jalinan persekutuan yang intim dengan-Nya. Bisa datang kepada-Nya kapanpun dan dimanapun. Semua itu terjadi oleh karena salib Kristus.

Coba Anda renungkan sejenak. Seorang yang tadinya musuh, seorang pemberontak, seorang pembangkang, didamaikan-diampuni dan kemudian diberi hak istimewa untuk menjalin persekutuan-persahabatan dalam keintiman! Hanya kasih yang tanpa batas yang dapat melakukan semua itu. Kasih yang demikian besar yang melampaui segala akal dan pikiran dan melampaui setiap imaginasi yang mungkin dapat terbayangkan yang sanggup melakukan hal seperti itu. Sekali lagi salib Kristuslah jawabannya. Hanya kasih dari sorgalah yang sanggup melakukannya. Kasih yang dibuktikan-Nya dengan darah di kayu salib membawa kita pada keintiman dengan Tuhan Pencipta Segala Yang Ada.

Tuhan melakukan semuanya itu hanya ingin supaya manusia, kita semua dapat masuk ke dalam hadirat-Nya, tempat Maha Kudus Keintiman-Nya sehingga tiap waktu kita selalu dapat melekat dengan-Nya.

Namun sekali lagi untuk sebuah keintiman dengan Sang Pencipta ada harga yang demikian mahal yang harus terbayarkan lunas. (Lihat tulisan saya berikutnya, dalam seri INTIMATE “PASCHA” -Harga Sebuah Keintiman)

“So, friends, we can now–without hesitation–walk right up to God, into “the Holy Place.” Jesus has cleared the way by the blood of his sacrifice.” (Hebrews 10:19, The Message)
——–

Categories: KUASA INJIL
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: