Home > KUASA INJIL > INTIMATE PASCHA (II)-Harga Sebuah Keintiman

INTIMATE PASCHA (II)-Harga Sebuah Keintiman

INTIMATE “PASCHA” (II)
Harga Sebuah Keintiman
Oleh : Andrew King

“Jesus must rise from the dead.” (Yesus harus bangkit dari kematian) -Yohanes 20:9, New Living Translation-

Dalam tulisan saya yang pertama di seri Intimate Pascha saya telah menjelaskan secara singkat bagaimana kita didamaikan dan sekaligus dibawa pada keintiman dengan Tuhan melalui pengorbanan Kristus, dua peristiwa yang benar-benar luar biasa dari peristiwa Paskah. Pascha Staurosimon (istilah Yunani) atau Pascha Crucifixionis (istilah Latin) menunjuk pada Paskah Penyaliban Kristus dimana seluruh harga bagi sebuah pendamaian dan keintiman terbayar lunas. Kita akan melihatnya lebih jauh lagi saat ini, bagaimana kerinduan hati Bapa yang terdalam untuk sebuah keintiman dan harga yang harus Dia bayar sendiri.

Mahalnya Keintiman

Sejak penciptaan manusia pertama, Adam, Bapa Sang Pencipta merindukan bahwa manusia pertama itu dapat menjalin hubungan yang mesra-harmonis-intim dengan Dia. Oleh karena itu Alkitab menyatakan bahwa tiap hari Tuhan mendatangi Adam di Taman Eden untuk sebuah persekutuan dan keintiman.

Kita semua tahu dari kesaksian Kitab Suci bahwa persekutuan indah itupun akhirnya rusak karena kesengajaan Adam dan Hawa dalam melanggar perintah Tuhan. Betapa sedihnya Bapa kehilangan keintiman dengan manusia. Dosa telah memisahkan ciptaan dan Sang Pencipta. Dosa telah merenggut keharmonisan dan keintiman.

Hati Bapa hancur dengan hilangnya hubungan persekutuan dan keintiman dengan manusia. Kerinduan hati-Nya yang terdalam adalah memulihkan hubungan yang telah hancur itu. Namun ada harga yang harus dibayar dan harga tersebut tidaklah murah. Harganya adalah darah dan kematian!

Kenapa harga sebuah keintiman harus dengan darah dan lebih mengerikan lagi harus dengan kematian? Siapakah yang harus membayarnya? Siapakah yang harus memulainya?

Karena persekutuan dan keintiman antara Tuhan dan manusia hancur gara-gara dosa, maka ini adalah urusan tentang dosa. Tuhan itu Maha Kudus, karena sifat dan hakekat-Nya itu maka Ia tidaklah dapat bersekutu dengan manusia lagi yang sudah jatuh dalam dosa serta memiliki kecenderungan dosa dan hakekat dosa dalam dirinya. Dan dalam hukum kekudusan-Nya Tuhan menyatakan bahwa upah dosa adalah kematian dan maut! Kematian jasmani (terpisahnya roh-jiwa dengan tubuh) dan kematian rohani (terpisahnya manusia dengan Tuhan).

“Orang yang berbuat dosa itu yang harus mati.” (Yehezkiel 18:20a)
“Upah dosa adalah maut.” (Roma 6:23)

Di satu sisi Bapa ingin agar persekutuan dengan manusia bisa terjalin kembali dalam keintiman, namun di sisi lain tuntutan kekudusan-Nya harus menghukum dosa dengan kematian atau darah. Bapa ingin ada keintiman kembali, namun bagaimanapun keadilan harus tetap dijalankan, kebenaran ditegakkan. Keintiman dengan-Nya memang harus dipulihkan kembali namun dengan kekudusan dan kebenaran, bukan lagi dengan dosa, artinya manusia haruslah kudus dan benar kembali supaya dapat masuk dalam keintiman dengan Bapa. Namun sebelum bisa kudus dan benar manusia harus mengalami kematian dan darah sebagai hukuman dosa.

Bagaimana hal ini dapat diwujudkan? Lagi-lagi peristiwa Paskah adalah jawabannya. Kristus adalah jawabannya. Jika dosa harus dibayar dengan kematian dan darah, maka salib Kristuslah pelunasnya. Paskah Penyaliban (Pascha Staurosimon-Crucifixionis) membayar lunas harga keintiman, Paskah Kebangkitan (Pascha Anastasimon-Resurrectionis) membangkitkan matinya keintiman. Hanya Yesuslah yang mampu dengan sah, sempurna membayarkan harga keintiman tersebut.

Kematian dan darah tidak perlu manusia hadapi dalam membayar harga keintiman dengan Bapa. Memang semua manusia akan mengalami kematian jasmani, namun kematian rohani yaitu terpisahnya hubungan manusia dengan Bapa tak perlu manusia alami karena Yesus telah membayarnya sebagai ganti kita. Dan justru pemulihan hubungan inilah yang sedang dan telah Bapa upayakan. Bapa tidak mau ada keperpisahan dengan manusia (kita). Kematian dan darah telah ditimpakan pada diri Kristus, sehingga kita bisa kembali menjalin keintiman surga.

Kebangkitan Keintiman

Dosa yang harus dibayar dengan kematian dan darah menunjukkan bahwa Tuhan itu benar-benar serius dengan persoalan dosa, sekaligus menunjukkan bahwa dosa itu begitu mengerikan. Hal itu juga menunjukkan bahwa betapa Kekudusan Tuhan tidak akan dapat pernah bercampur dengan manusia yang penuh kenajisan dosa. Kekudusan Tuhan sebenarnya tidak akan pernah dapat bertemu dengan kegelapan dosa, dengan kata lain keintiman dengan Bapa tidak mungkin lagi dapat dijalin jika tidak ada kematian dan darah.

Sekali lagi perlu saya tegaskan bahwa Kristus telah melunaskan semua harga keintiman tersebut sehingga manusia, kita semua dapat memperoleh jalan masuk pada keintiman dengan-Nya. Kristus telah tersalib dengan berdarah-darah, dan mati! Lunaslah harga keintiman.

Namun harga keintiman tidak berhenti sampai di sini, yang lebih luar biasa adalah bahwa Kristus tidak terus-menerus mati. Harga keintiman tidak berhenti pada peristiwa Paskah Penyaliban (Pascha Staurosimon-Crucifixionis) tetapi hingga di peristiwa Paskah Kebangkitan (Pascha Anastasimon-Resurrectionis).

Dia bangkit dari kematian! Harga keintiman tidak hanya berhenti dalam darah dan kematian saja. Namun diperlukan adanya kuasa kebangkitan untuk dapat menghidupkan kembali persekutuan yang telah mati karena dosa. Betapa luar biasanya hal ini! Bukan hanya diberikan jalan masuk pada keintiman tetapi juga diberi kuasa kebangkitan untuk mengalami persekutuan yang bangkit, yang hidup dengan Bapa.

Alkitab jelas mengatakan bahwa Yesus harus bangkit dari antara orang mati. (Yohanes 20:9, NLT) Kebangkitan-Nya adalah keharusan. Kenapa sebuah keharusan? Jawaban sederhananya adalah karena dengan kebangkitan-Nya maka akan bangkit pula persekutuan yang selama ini mati, bangkit pula melalui-Nya keintiman dengan Bapa.

Setiap hati yang telah lama beku dan mati dalam dosa, dibangkitkan kembali dalam keintiman. Setiap pribadi yang lama telah meninggalkan persekutuan dengan Tuhan, dibangkitkan kembali untuk memasuki indahnya keintiman dengan Bapa segala ciptaan. Setiap dinginnya hati dihangatkan dengan kuasa Kristus yang bangkit, sehingga dapat menikmati (kembali) semua kebaikan dan keindahan persekutuan dengan Tuhan.

Kebangkitan Kristus membuka babak baru persekutuan Bapa dengan manusia dalam keintiman hingga ke Ruang Maha Kudus-Nya. Kebangkitan-Nya itu juga memberikan dan membangkitkan harapan-harapan baru yang telah lama mati. Keengganan kita untuk datang kepada Bapa karena telah merasa begitu terpuruk karena dosa pupus dalam kuasa kebangkitan. Segelap-gelapnya kita karena dosa, kebiasaan buruk, kejahatan, akan dibangkitkan menjadi seterang-terangnya kita untuk hidup dalam cahaya kebenaran, dan putihnya kekudusan. Harapan masih ada untuk kita kembali kepada Bapa. Kuasa kebangkitan Kristus memberi kehidupan indahnya persekutuan dengan Tuhan dalam keintiman.

Harga keintiman telah lunas terbayar.
Jalan telah terbuka untuk menuju Ruang Maha Kudus-Nya, Ruang Keintiman-Nya sendiri.
Dan kuasa kebangkitan telah tersedia untuk bangkitnya harapan yang telah lama mati bagi kembalinya indahnya keintiman.
Kristus Yesus telah melakukan semua itu demi Anda dan saya. Saatnya kita responi undangan-Nya untuk memasuki Ruang Keintiman-Nya, dan menemukan kebaikan-keindahan tanpa batas dari hadirat-Nya.

“You don’t have to wait for the End. I am, right now, Resurrection and Life. The one who believes in me, even though he or she dies, will live.” (“Kamu tidak harus menunggu hingga akhir zaman, Aku, sekarang ini, adalah Kebangkitan dan Kehidupan. Dia yang percaya kepadaku, meskipun telah mati, akan hidup kembali) -Yohanes 11:25, The Message-

(Saya akan bahas lebih lanjut dalam seri INTIMATE PASCHA berikutnya, “Tempat Keintiman Tuhan”)

Categories: KUASA INJIL
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: