Home > KEPEMIMPINAN/LEADERSHIP > ESENSI KEPEMIMPINAN Oleh : Andrew King

ESENSI KEPEMIMPINAN Oleh : Andrew King

ESENSI KEPEMIMPINAN

Oleh : Andrew King

A leader leads by example not by force (Seorang pemimpin memimpin dengan teladan, bukan dengan kekerasan/kekuatan) –Sun Tzu

Untuk menciptakan sebuah pemerintahan yang bersih-berwibawa dan dapat mengantar kepada kesejahteraan masyarakat diperlukan seorang pemimpin yang mengerti benar esensi kepemimpinan dan mempraktekkan hal tersebut dalam organisasi atau pemerintahan yang ia pimpin.

Dari semua definisi tentang kepemimpinan yang ada, salah satu yang terbaik dan mencakup semua hal tentang kepemimpinan adalah yang diutarakan oleh John C. Maxwell, “Kepemimpinan adalah pengaruh”.  Betapa berpengaruhnya kepemimpinan sehingga segala  sesuatu akan jatuh atau bangun, terpuruk atau bangkit tergantung dari kepemimpinan yang ada. Dengan kata lain segala hal dalam kehidupan ini terutama dalam sebuah organisasi apalagi dalam sebuah pemerintahan sosok seorang pemimpin sangatlah penting karena menentukan segala hal.  Kesejahteraan, kedamaian, ketenteraman,  dinamika, pertumbuhan – dan masih banyak hal lain lagi- semua ini tergantung pada kepemimpinan yang ada, bergantung pada sosok seorang pemimpin.

Secara khusus dalam menciptakan sebuah pemerintahan yang ideal, yang bersih dan berwibawa yang mengantar pada kesejahteraan masyarakat tentu saja diperlukan seorang pemimpin yang  memadai. Banyak hal telah ditulis mengenai seorang sosok pemimpin yang ideal yang bisa  membawa pemerintahan pada upaya kesejahteraan masyarakat. Dan banyak kajian tentang kepemimpinan telah diupayakan. Tulisan berikut tentang esensi kepemimpinan diharapkan dapat menambah wawasan tentang kepemimpinan yang ideal dan dapat mendorong masyarakat untuk turut dalam upaya menghadirkan sosok pemimpin yang mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

PENGARUH

Esensi pertama dari kepemimpinan adalah pengaruh. Seorang pemimpin seharusnya dapat membawa pengaruh yang positif bagi mereka yang dipimpinnya. Sebuah organisasi atau pemerintahan akan dapat berjalan dengan maksimal dan baik, menuju penggenapan visi, memerlukan pengaruh positif yang kuat dari seorang pemimpin. Pengaruh positif yang kuat ini akan menciptakan atmosfir yang kondusif bagi pertumbuhan dan kemajuan.Dalam hal pemerintahan adalah mustahil mencapai pemerintahan yang bersih dan berwibawa yang membawa kesejahteraan dalam masyarakat jika tidak ada pengaruh positif yang kuat dari seorang pemimpin.

Pemimpin membawa pengaruh dalam segala segi kehidupan. Pengaruh yang pemimpin ibarat air kehidupan bagi mereka yang dipimpinnya. Pengaruh positif yang kuat ini lahir dari integritas. Pemimpin yang berintegritas akan sangat kuat “cengkeraman” pengaruhnya bagi organisasi atau pemerintahan yang dipimpinnya. Integritasnya itu adalah suara kehidupannya yang ia gemakan bagi mereka yang dipimpinnya. Dari integritas inilah lahir keteladanan dan wibawa.  Seperti yang Sun Tzu nyatakan, “Pemimpin memimpin dengan teladan bukan dengan kekerasan”.  Pemerintahan yang bersih dan berwibawa lahir dari pemimpin yang berintegritas, memancarkan teldan yang baik sehingga pengaruh positifnya sangat kuat melingkupi seluruh jajaran pemerintahan yang ia pimpin dan bahkan sampai kepada  hati seluruh lapisan masyarakat di mana ia memimpin.

PEMBERDAYAAN

Esensi kedua dari kepemimpinan adalah pemberdayaan.  Pemimpin yang baik adalah pemipin yang akan mampu menggali seluruh potensi yang ada dalam organisasi atau pemerintahan yang ia pimpin. Pemimpin akan memberdayakan segala potensi yang ada demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Diperlukan ketajaman dan kejelian dalam melihat segala potensi yang dimiliki yang ada dalam wilayah kepemimpinannya. Pemberdayaan inilah yang pada  akhirnya akan mampu menjawab segala kebutuhan mereka yang dipimpinnya. Kepentingan diri sendiri akan terkubur di sini demi kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan mereka yang ia pimpin.

Maxwell dengan sangat baik mengungkapkan hal ini, “The best leaders are humble enough to realize their victories depend upon their people”, (Para pemimpin yang terbaik cukup rendah hati untuk menyadari bahwa kemenangan-kemenangan mereka bergantung pada orang-orang yang dipimpinnya). Di sini terungkap prinsip pemberdayaan. Pemimpin yang baik akan dengan senang hati mengakui bahwa kemajuan-kemajuan yang diperoleh adalah dari orang-orang yang ia pimpin. Organisasi atau pemerintahan yang ia pimpin dapat maju dikarenakan memberdayakan semua sumber-sumber daya yang ada terutama sumber-sumber daya manusia, bukan justru memanfaatkan mereka yang ia pimpin demi keuntungan pribadi.

PELAYANAN/PENGABDIAN

Esensi ketiga dari kepemimpinan adalah pelayanan. Pemimpin yang baik adalah mereka yang justru melayani bukan dengan tujuan untuk dilayani, yang memimpin dari hati seorang “hamba” yang penuh pengabdian bukan dari hati seorang “boss” yang penuh dengan kesewenangan. Pelayanan dan kepemimpinan sepertinya adalah dua hal yang sangat bertolak belakang. Bagaimana mungkin melayani tapi juga memimpin? Bukankah pemimpin itu justru adalah harus dihormati, dilayani, disanjung?

Pemimpin yang besar adalah pemimpin yang memiliki jiwa besar untuk bersedia merendahkan diri melayani mereka yang ia pimpin dengan penuh pengabdian. Fokusnya hanyalah bagaimana mensejahterakan, mengantarkan segala kebaikan bagi mereka yang ia pimpin. Jiwa pelayanan atau pengabdian ini akan mengibarkan seorang pemimpin menjadi pemimpin yang besar dan bermartabat.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: