Home > ENCOURAGEMENT > THE PLACES OF HURT

THE PLACES OF HURT

Menangani Tempat-Tempat Kepedihan Hati Anda
Oleh : Andrew King

“Happiness and love are just a choice away”-Leo Buscaglia
“You find often the best growth is accompanied by pain”-Ariaa Jaeger

Membiacarakan tentang kepedihan akan selalu tersisa banyak pendengar, akan selalu banyak yang dengan segenap hati menyimak dan dengan seksama mencoba menemukan beragam solusi yang ditawarkan. Kenapa topik tentang kepedihan (hati) selalu saja menjadi topik yang –walaupun menyedihkan- namun diminati banyak orang? Sederhana saja, karena setiap orang pasti mengalaminya! Tanpa direncanakan kepedihan akan menghinggapi siapapun yang hidup di semesta ini (siapa sih yang mau merencanakan hidup dalam kepedihan?). Kepedihan dengan beragam bentuknya tidak pandang bulu menghinggapi siapapun. Tidak ada tempat di planet ini dimana kita dapat menghindari kepedihan secara permanen. Tempat dimana kita tinggal merupakan tempat-tempat kepedihan yang harus kita tangani dengan respon-respon yang positif atau kalau tidak kita akan hancur. Bukan berarti tidak ada tempat di dunia ini yang begitu mendamaikan dan menentramkan hati, pasti masih ada tempat-tempat dimana kita bisa menambatkan diri kita dalam kedamaian –walau tidak permanen- yang bahkan di tengah kepedihan yang menghujam sekalipun. Namun secara umum kita berada di tempat-tempat yang begitu rentan dengan kepedihan-kepedihan. Keluarga, kolega, komunitas, teman, kekasih, dan masih banyak lagi merupakan tempat – tempat yang cepat atau lambat membawa kita mengalami sakitnya kepedihan.
Karena kita tidak mungkin lepas dari kepedihan maka kita perlu bersikap terhadap kepedihan. Respon kita terhadap kepedihan akan menentukan arah perjalanan hidup kita selanjutnya. Banyak hal terjadi dalam perjalanan hidup kita salah satunya merupakan hasil-hasil dari serangkaian respon yang kita berikan terhadap kepedihan. Di semesta ini tidak ada yang kebetulan, semua terjadi sebagai bagian dari sebab-akibat. Seluruh respon kita terhadap kepedihan di masa lampau merupakan benih yang tertaburkan hingga masa penuaian di masa sekarang. Hal-hal yang kita alami sekarang merupakan tuaian-tuaian masa kini dari respon-respon kita terhadap kepedihan masa lalu.
Memang tidaklah mudah untuk mengambil sikap yang bijak terhadap kepedihan yang sedang kita alami, namun kita semua pasti bisa. Kita semua pasti mampu untuk mengambil sikap-sikap yang bijak seputar masalah kepedihan yang sedang mencengkeram kita. Tulisan ini bertujuan untuk menginspirasi dan menguatkan manusia batiniah kita agar dimampukan mengambil sikap atau meresponi secara bijak dan positif setiap kepedihan yang kita alami. Saya percaya akan ada kekuatan mulai muncul ke permukaan ketika Anda membaca dengan penuh pengharapan dan keyakinan bahwa kepedihan yang sedang Anda alami merupakan bagian yang indah dari tempaan kehidupan untuk menuju tingkat berikutnya yang lebih tinggi dan mulia dalam perjalanan kehidupan Anda. Bersiaplah untuk menyambut kekuatan dan mengalahkan kepedihan. Bersiaplah untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan Anda.

Memandang Kepedihan

Banyak di antara kita yang begitu kehabisan energi dan mulai terkikis kekuatan kita manakala beragam kepedihan datang menyayat hati kita. Kita mulai tidak seimbang, perasaan yang begitu memilukan mulai mendominasi pemikiran dan pertimbangan kita. Fokus dan arah hidup kita mulai goyah. Beragam pertimbangan yang seharusnya obyektif menjadi begitu subyektif karena kepedihan telah begitu mencengkeram kita. Banyak di antara kita enggan untuk melanjutkan hidup ke tingkat berikutnya secara maksimal. Kita mulai tergoda untuk menyerah kalah. Menyerah pada kepedihan yang berlarut-larut, padahal sesunggunya kita masih memiliki banyak kesempatan untuk bangkit dan mengalahkan kepedihan tersebut. Pada titik inilah banyak di antara kita yang berjatuhan kalah dan hancur.
Sebenarnya kehancuran karena kepedihan tersebut dapat kita hindari jika saja kita memiliki cara pandang yang tepat tentang makna kepedihan. Mereka yang hancur karena kepedihan yang berlarut-larut dikarenakan tidak memiliki cara pandang yang tepat tentang kepedihan sehingga tidak dapat menangani secara tepat. Mereka berpandangan bahwa kepedihan melulu merupakan takdir bagi mereka yang tidak bisa diubah. Atau berpandangan bahwa mereka memang layak untuk beragam kepedihan sehingga terpenjara dengan perasaan bersalah atau perasaan tidak layak yang semu. Ada pula yang berpendapat bahwa kehidupan itu demikian tidak adil sehingga mereka terjebak dalam menyalahkan keadaan. Yang paling tragis adalah yang berpandangan bahwa Tuhan Sang Pencipta demikian tidak memiliki keadilan dan kasih sehingga membiarkan mereka terus-menerus berada dalam belenggu kepedihan.

Guru Kehidupan

Yang pertama-tama harus kita lakukan berkenaan dengan cara menangani kepedihan (apapun penyebabnya) adalah dengan mengubah cara pandang kita tentang kepedihan itu sendiri. Kepedihan merupakan guru kehidupan yang baik yang dapat mengajarkan kita beragam hal berkenaan dengan kehidupan itu sendiri yang akan menempa kita dalam kematangan. Karena hidup kita dituntut untuk matang (dalam hal apapun) maka perlu adanya proses pematangan. Salah satu pematangan hidup yang baik yang sering kali Tuhan gunakan adalah dengan menempatkan kita dalam tempat-tempat kepedihan. Tempat-tempat kepedihan tersebut akan menjadi bangku-bangku pembelajaran kita hingga batas waktu tertentu untuk mematangkan kita menuju apa yang sebenarnya dapat kita capai dalam kehidupan ini. Kepedihan yang kita rasakan akan menjadi guru kehidupan yang mengajarkan banyak hal kepada kita.

Hati kita akan dilembutkan dengan beragam kepedihan yang ada. Hati yang lembut dan mudah dibentuk inilah yang akan menjadi aset dan nilai tambah bagi seluruh perjalanan hidup kita.
Tanpa mengalami kepedihan sulit bagi kita untuk memiliki hati yang lembut dan mudah dibentuk. Kehidupan harus menempatkan kita dalam kurungan kepedihan supaya kita dapat diajar dan dibentuk menjadi pribadi-pribadi yang memiliki hati yang mulia.

Belum Berakhir

Jika saja kita dapat melihat kepedihan dari sudut pandang yang demikian saya percaya banyak di antara kita yang akan keluar sebagai para pemenang kehidupan yang mampu mengatasi beragam kepedihan yang mendera. Ubahlah cara pandang Anda tentang kepedihan yang sedang Anda alami. Yakinlah bahwa kepedihan tersebut akan mengajarkan banyak hal yang sangat berguna dan memberikan nilai-nilai yang mulia bagi pribadi Anda. Mata hati Anda harus mulai diarahkan untuk melihat hasil-hasil akhir yang dapat dibawa oleh kepedihan-kepedihan yang sedang Anda alami.
Justru dalam tempat-tempat kepedihanlah kita akan menemukan mutiara-mutiara kehidupan yang tidak akan pernah kita temukan di tempat-tempat yang lain. Hikmat atau kebijaksanaan akan kita rengkuh saat kita tetap bertekun dalam kepedihan dan akhirnya akan membawa kita pada akhir sebuah cerita yang luar biasa ketika kita mampu dengan bijak mengarungi samudera kepedihan.

Tidak banyak orang yang mampu menangani kepedihan. Lebih banyak mereka yang berjatuhan tanpa daya ketika kepedihan menjangkau hidup mereka. Tanpa cara pandang yang benar tentang kepedihan mustahil akan mampu mengalahkan kepedihan tersebut, mustahil kita akan menjadi pribadi-pribadi yang tegar dan matang jika kita tidak bersedia diletakkan di tempat-tempat kepedihan. Pribadi-pribadi yang tegar dihasilkan dari tempaan kehidupan melalui tempat-tempat kepedihan. Pribadi-pribadi yang matang lahir dari rahim dan diasuh oleh lengan-lengan kepedihan.

Kepedihan yang Anda alami bukanlah akhir dari segalanya, justru merupakan awal dari sebuah cerita atau kisah hebat tentang diri Anda. Halaman-halam cerita Anda belumlah berakhir dengan kepedihan, masih banyak lembaran kosong yang harus Anda tulis, justru dengan warna-warna kepedihanlah cerita hidup Anda menjadi menarik dan menjadi sebuah kisah yang hebat. Anda belumlah berakhir!
(Bersambung …. )

”The more we get pain the more powerful victory and the greater story we have “–Andrew King

Categories: ENCOURAGEMENT
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: