Home > MOTIVASI > BORN TO BE A VICTOR Terlahir Untuk Menjadi Pemenang

BORN TO BE A VICTOR Terlahir Untuk Menjadi Pemenang

BORN TO BE A VICTOR
Terlahir Untuk Menjadi Pemenang
Oleh : Andrew King

Kehidupan seringkali diibaratkan seperti pertandingan atau perlombaan. Pada akhir dari setiap pertandingan atau perlombaan akan ada pribadi yang menang atau kalah. Pribadi-pribadi yang membawa kemenangan adalah pribadi-pribadi yang telah melayakkan dirinya dengan segala upaya dan bayar harga yang mahal untuk meraih kemenangan-kemenangan. Pribadi-pribadi yang jatuh dalam kekalahan seringkali memang telah berupaya semaksimal mungkin namun pada kenyataannya masih ada pribadi-pribadi yang lebih unggul dan lebih tangguh hingga dilayakkan meraih kemenangan.

Dalam kenyataan hidup sehari-hari ada pribadi-pribadi yang jatuh dalam kekalahan dan ada pribadi-pribadi yang berada di puncak kemenangan. Pertandingan kehidupan ini akan membawa kita entah pada jalur para pemenang dan memantaskan kita mendapatkan piala kejuaraan atau justru membawa kita pada jalur keterpurukan yang memantaskan kita mendapatkan noda ketiadaan kemuliaan. Semuanya bergantung pada sikap atau respon kita pada tiap proses berlalunya hidup keseharian yang kita jalani.

Bukan karena banyaknya dukungan harta dan kedudukan yang menjadikan kita pemenang dalam kehidupan, namun lebih terletak pada bagaimana sikap kita dalam meresponi setiap peristiwa kehidupan yang terjadi dalam dunia kita. Setiap proses kehidupan yang dijalani, setiap moment yang dilalui akan menentukan apakah kita akan memantaskan diri kita untuk menjadi pemenang dalam kehidupan atau justru menjadi pribadi yang selalu kalah dalam kehidupan. Respon kita terhadap setiap permasalahan yang mengganjal kehidupan merupakan penentu yang akan mengantarkan kita pada kelayakan menjadi pemenang atau pecundang.

Jalur Para Pemenang

Kita seringkali bertanya-tanya bagaimana para “orang-orang hebat” dapat meraih kemuliaan dan kehebatan dalam kehidupan mereka. Pikiran kita mulai tergoda untuk menilai secara tidak seimbang bahwa kemuliaan dan kehebatan itu hanya ditentukan (baca: ditakdirkan) bagi “orang-orang habat” saja yang memiliki kemampuan dan dukungan yang luar biasa. Betapa sering kita mengurung diri kita sendiri dengan pola pikir dan kepercayaan yang demikian keliru yang justru melemahkan dan menghambat diri kita untuk meraih apa yang hebat dari kehidupan. Kita berfikir dan yakin bahwa mereka yang berada dalam jalur para pemenang adalah orang-orang hebat yang memang telah ditentukan untuk itu, mereka yang meraih segala kemuliaan hidup hanyalah orang-orang yang memang telah ditakdirkan untuk itu. Hal ini membuat kita semakin lemah dan dan akan menggoda kita untuk tidak akan berusaha menjadikan diri kita pantas bagi kemenangan dan kemuliaan hidup.

Sebenarnya kita memiliki kesempatan yang sama dan waktu yang sama untuk menjadikan diri kita “orang-orang hebat” yang layak mendapatkan kemenangan dan kemuliaan hidup. Kita adalah pribadi-pribadi yang Tuhan berikan hak yang sama untuk menjadi pribadi yang hebat-besar-mulia dan memantaskan diri kita bagi tiap kemenangan. Tidak ada yang dibedakan, kita semua telah Tuhan ciptakan dengan memiliki kemampuan untuk menghebatkan diri kita sendiri melalui beragam pertolongan yang juga telah disediakan hingga akhirnya kita akan dapat berjalan di jalur para pemenang. Kehendak Sorga adalah setiap kita yang adalah pribadi-pribadi yang menjadi kekasih Tuhan akan dapat menikmati semua kebaikan yang telah Ia sediakan salah satunya adalah dengan memperlengkapi kita untuk dapat melayakkan diri kita menempati jalur para pemenang. Ia sendiri menghendaki kita menjadi para pemenang dalam kehidupan.

Terlahir Untuk Menjadi Pemenang

Di bawah matahari ini dalam suatu titik kurun waktu tertentu Tuhan telah menciptkan semesta dan di dalam ciptaan-Nya itu Ia telah menciptakan benih-benih. Benih-benih itulah yang tertaburkan hingga membentuk keindahan alam semesta dengan beragam hijaunya tumbuhan dan beragamnya hewan. Benih-benih yang tertaburkan itu merupakan awal sebuah kehidupan. Tuhan bekerja di dalam setiap benih. Tuhan menumbuhkannya dan melipatgandakannya. Terjadilah kehebatan beragam ciptaan.

Bukan hanya pada tumbuhan dan hewan Tuhan bekerja dengan benih-benih. Tuhan juga bekerja dalam diri kita melalui benih-benih-Nya. Ia menanamkan benih-benih keilahian-Nya sendiri dalam diri kita. Ingatlah bahwa kita diciptakan sesuai dengan citra-Nya sendiri, sesuai dengan gambaran-Nya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa kita bukan hanya makhluk-makhluk yang sangat mulia dan berharga namun juga merupakan makhluk-makhluk yang memiliki kekuatan, kuasa, yang terlimpah dari Sang Pencipta sendiri.

Salah satu limpahan kuasa-kekuatan dari Tuhan bagi manusia adalah dengan ditanamkannya “benih-benih kemenangan” dalam diri manusia. Artinya, Tuhan menganugerahkan kekuatan-Nya dalam diri manusia sehingga (sebenarnya) manusia dapat menjadi pemenang-pemenang dalam kehidupan apapun yang dialami. Hakekat manusia adalah hakekat seorang pemenang, bukan seorang pecundang. Keaslian kita adalah -sesungguhnya- merupakan para pemenang kehidupan. Kita tercipta dengan begitu limpah penuh anugerah sehingga demikian luar biasanya kita menjadi para pemenang dalam kehidupan dengan kekuatan-kekuatan kemenangan yang kita peroleh dari limpahan Tuhan.

Walau pada kenyataannya banyak dari antara kita yang pada akhirnya berjatuhan terpuruk dan kalah dalam kehidupan, namun sebenarnya hakekat kita adalah hakekat seorang pemenang. Ingat akan ilustrasi anak rajawali yang dibesarkan oleh induk ayam yang sampai dewasanya rajawali tersebut tidak menyadari kalau dirinya adalah rajawali? Tepat seperti itulah kita dalam pertandingan kehidupan ini. Kita berjatuhan kalah karena kita tidak menyadari atau tidak meyakini bahwa kita tercipta dengan hakekat seorang pemenang. Kita terlahir untuk menjadi seorang pemenang. Sorga merancang kita untuk menjadi seorang pemenang kehidupan. Senyuman Tuhan adalah senyuman yang akan terpancar ketika Ia melihat anak-anak-Nya, para kekasih-Nya, kita semua hidup dalam kemenangan. Orang-orang yang kita sayangi dan yang menyayangi kita akan demikian terberkati ketika kita hidup dalam kemenangan. Pendek kata kita adalah pribadi-pribadi yang sebenarnya terdisain sebagai seorang pemenang.

Pilihan memang ada dalam diri kita sendiri. Kita dapat memilih untuk melihat diri kita sebagai seorang yang terlahir-terancang menjadi para pemenang kehidupan atau memilih untuk melihat diri kita sebagai orang yang terlahir lemah dan hanya menjadi korban kehidupan saja.

Jalur kemenangan kehidupan masih tersedia dan terbuka lebar untuk kita yang bersedia melihat diri sebagai pribadi-pribadi yang terlahir menjadi seorang pemenang. Podium kejuaraan dengan piala kejuaraan seorang pemenang masih menanti Anda.

“They who believe and view theirselves as Victor will gain victory as they believe and view”-Andrew King

Categories: MOTIVASI
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: