Home > ENCOURAGEMENT, MOTIVASI > SUKSESNYA KEGAGALAN & GAGALNYA KESUKSESAN

SUKSESNYA KEGAGALAN & GAGALNYA KESUKSESAN

SUKSESNYA KEGAGALAN & GAGALNYA KESUKSESAN

Bagaimana Menyikapi Kegagalan Yang Bertubi-Tubi

Oleh : Andrew King

“My great concern is not whether you have failed, but whether you are content with your failure.”- Abraham Lincoln

Judul yang saya tulis mungkin agak membingungkan atau mungkin juga merupakan hal yang unik sebagai permainan kata. Dari judul yang unik atau mungkin membingungkan tersebut, saya hendak mencoba untuk mengulas bagaimana kita harus menyikapi kegagalan yang bertubu-tubi, bagaimana kita harus bersikap  bukan hanya terhadap kegagalan tapi juga terhadap kesuksesan. Apakah yang benar-benar gagal dan apakah yang benar-benar sukses itu yang akan saya ulas di sini.

Banyak di antara kita yang tidak akan senang ketika mendengar kegagalan apalagi kegagalan yang bertubi-tubi. Gagal sekali saja telah demikian menciptakan sebuah trauma dalam jiwa kita yang membawa kita pada banyak hal negatif yang berkelanjutan, apalagi hingga mengalami kegagalan yang bertubi-tubi. Kegagalan yang bertubi-tubi jika tidak tertangani dengan baik dan bijak akan sangat menghancurkan jiwa kita, membawa diri kita pada lemahnya semangat untuk mencapai apa yang menjadi obsesi dan impian kita. Tidak jarang mereka yang telah mengalami kegagalan yang bertubi-tubi kemudian pada akhirnya menyerah karena kehabisan energi dan berfikir bahwa memanglah bukan bagian mereka untuk mendapatkan kesuksesan.

Hal yang paling menyedihkan adalah ketika kegagalan yang bertubi-tubi tersebut telah menciptakan sebuah keyakinan negatif pada diri seseorang yang membawa orang tersebut mempercayai bahwa dirinya memang tidaklah layak untuk sebuah kesuksesan. Rusak atau hancurnya keyakinan diri inilah yang kemudian membawa pada rangakaian kegagalan yang lain. Apa yang telah salah diyakini akan membawa pada kesalahan-kesalahan langkah yang diambil. Jika keyakinan diri kita telah hancur karena kegagalan yang bertubi-tubi maka pastilah perjalanan kita dalam mencapai tujuan-tujuan kitapun akan hancur. Oleh karena itu sangatlah penting bagaimana kita dapat mengambil sikap yang bijak berkenaan dengan kegagalan yang betubi-tubi.

Contoh Klasik

Bisakah Anda membayangkan jika Edison menyerah pada kegagalannya sebelum pada akhirnya bola lampu pijar tercipta? Mungkin nama Edison tidak akan pernah tercatat dalam sejarah orang-orang yang sukses, dan bola lampu pijar terlambat muncul dalam deretan hasil karya cipta atau penemuan manusia.  Atau ketika Lincoln menyerah pada kegagalannya di kampanye-kampanye awalnya sebelum pada akhirnya ia menjadi presiden Amerika yang ke-16 (1861-1865)? Mungkin pembebasan perbudakan di Amerika akan terlambat. Dua nama besar  tersebut hanyalah contoh klasik bagaimana kegagalan yang bertubi-tubi tidak menyurutkan semangat namun justru diubah menjadi energi positif yang membakar jiwa untuk semakin bergerak mencapai kesuksesan. Dunia telah membuktikan bagaimana melalui dua pribadi tersebut kegagalan yang bertubi-tubii ternyata tidaklah mampu melumpuhkan manusia kecuali manusia mengambil keputusan untuk berhenti atau menyerah.

Jika kita baca biografi Edison ataupun Lincoln maka kita akan menemukan bahwa hidup mereka ternyata lebih banyak diwarnai dengan kegagalan-kegagalan. Nampak di permukaan bahwa kisah hidup mereka adalah kisah hidup orang yang gagal. Betapa tidak? Bayangkan saja tumpukan sampah hasil kegagalan eksperimen Edison hampir mencapai atap rumahnya sendiri. Sebuah contoh nyata kegagalan yang bertubi-tubi! Atau coba Anda bayangkan ketika Lincoln selalu kalah dalam kampanye-kampanyenya di senat dan pada pemilihan presiden, belum lagi mencoba beberapa bisnis dan hancur, ditambah lagi keluarganya berpenyakitan dan ia harus kesepian ketika anak-anaknya meninggal. Sebuah contoh lain dari kegagalan yang bertubi-tubi! Atau sebuah kemalangan? Namun sejarah mencatat lain. Mereka pada akhirnya terhitung di antara nama-nama besar orang-orang yang mengubah sejarah dan peradaban.  Kesuksesan mereka pada akhirnya adalah buah matang dari serangkaian sikap-sikap mereka yang bijak ketika menghadapi kegagalan yang bertubi-tubi. Apa yang ada dalam jiwa mereka itulah yang membedakan dengan orang-orang pada jamannya. Jika orang-orang sekeliling mereka melihat mereka berkali-kali gagal, namun mata batin dua pribadi ini melihat kegagalan sebagai rangkaian kesempatan  menemukan peluang dan jalan untuk mencapai keberhasilan. Kegagalan yang berulang-ulang –bagi mereka- merupakan jendela-jendela untuk melihat kemungkinan-kemungkinan kesuksesan. Jiwa mereka demikian berbeda dalam cara memandang dan menyikapi kegagalan.  Memang tidaklah mudah menghadapi kegagalan namun adalah lebih tidak mudah lagi ketika harus hidup menyerah dalam kegagalan.

Suksesnya Kegagalan

Warisan-warisan Edison dan Lincoln bukan hanya apa yang telah mereka perbuat bagi barunya sebuah peradaban tetapi juga warisan-warisan tentang teladan sikap mereka terhadap kegagalan yang bertubi-tubi. Mereka (dan tentunya banyak contoh-contoh nama-nama lain yang tidak bisa saya sebutkan di sini karena keterbatasan tempat) merupakan pribadi-pribadi yang telah memetakan jalan bagi sikap-sikap pemenang dalam menghadapi kegagalan yang bertubi-tubi. Kita semua tentunya bisa meniru dan mengikuti teladan mereka tersebut. Kabar baiknya adalah Anda-pun tetap bisa seperti mereka dalam bersikap. Anda bisa menjadi seperti nama-nama besar orang-orang yang telah menciptakan perjalanan sejarah dan peradaban, Anda bisa memiliki sikap-sikap teguh dalam menghadapi kegagalan bahkan kegagalan yang beruntun sekalipun. Masalahnya adalah apakah Anda bersedia mengembangkan sikap-sikap tersebut atau tidak? Bukanlah kegagalan yang menjadi masalah namun sikap-sikap kita dalam menghadapi kegagalanlah yang menjadikan masalah.

Dalam menyikapi kegagalan yang bertubi-tubi pertama-tama perlulah diingat dan disadari bahwa kegagalan adalah hal yang biasa dialami setiap manusia ketika berjuang mencapai kesuksesan. Kegagalan merupakan hal yang lazim dalam upaya mencapai keberhasilan. Kesuksesan biasanya selalu bergandengan-beriringan dengan  kegagalan terlebih dahulu sebelum akhirnya muncul dalam matangnya keberhasilan. Adalah hal yang wajar jika kita gagal namun adalah hal yang tidak wajar jika kita ingin kenihilan kegagalan. Kegagalan memang bisa dihindari dan kita tentunya tidak ingin sengaja gagal, namun adalah tidak mungkin jika kita ingin  ketiadaan / kenihilan kegagalan sama sekali.  Kegagalan adalah bagian alami dalam dinamika kehidupan. Oleh karena itu selaraskan pikiran Anda dan jiwa Anda dengan kebenaran ini, bahwa kegagalan memanglah bagian alami dalam dinamika kehidupan dan dalam perjalanan mencapai kesuksesan. Kegagalan akan memberi warna yang unik dan indah dalam matangnya kesuksesan yang Anda raih. Sekali lagi bukan kegagalan yang menjadikan kita bermasalah namun sikap-sikap kita dalam menangani kegagalanlah yang menjadikan kita bermasalah.

Gagal yang benar-benar gagal adalah ketika kita berhenti karena menyerah. Semua kegagalan sebenarnya dapat dipulihkan dan diperbaiki dalam upaya-upaya yang lebih bijak dan cerdas hingga mencapai keberhasilan. Kegagalan akan benar-benar menjadi kegagalan ketika kita menyerah. Kata kuncinya adalah menyerah. Suksesnya kegagalan adalah ketika Anda menyerah. Menyerah merupakan hal yang mengenakkan dan menyamankan daging (baca:diri) kita namun di balik kenyamanan itu ada kehilangan yang besar yang seharusnya dapat kita miliki, yaitu potensi untuk berhasil. Ketika Anda menyerah maka Anda sedang menciptakan sebuah zona nyaman yang baru bagi daging (baca:diri) Anda namun pada saat yang sama Anda sedang menciptakan suksesnya kegagalan Anda. Menyerah berarti sukses dalam kegagalan. Mereka yang terus berupaya sekalipun mengalami kegagalan yang beruntun mereka belum bisa disebut sebagai orang yang benar-benar gagal. Hanya karena gagal beberapa kali bahkan beruntun sekalipun tidak menjadikan seseorang sebagai orang yang gagal. Hanya orang-orang yang menyerah dan berhenti sajalah yang disebut sebagai orang-orang yang gagal. Ketika Anda menyerah hal itu berarti Anda puas dengan kegagalan Anda.

Selama Anda mampu berdiri kembali, bangkitlah! Karena selama Anda masih bisa bernafas dan selama Anda memiliki keyakinan untuk berhasil maka selama itu pula Anda tidak bisa disebut sebagai orang yang gagal, sekalipun bertubi-tubinya kegagalan menghiasi usaha-usaha Anda. Hanya dengan menyerah dan berhenti karena keputus-asaan sajalah yang menjadikan Anda sebagai orang yang benar-benar telah gagal. Apapun yang Anda alami dalam rangkaian kegagalan Anda, kata kuncinya jangan menyerah karena potensi untuk keberhasilan masih terbentang luas di depan Anda. Detik ketika Anda menyerah, maka detik itu pula Anda sedang membuang dan meletakkan potensi-potensi keberhasilan Anda sendiri. Ketika Anda menyerah sebenarnya Anda sedang menguburkan kemungkinan-kemungkinan kesuksesan Anda yang –jika dengan upaya yang pantang menyerah sebenarnya mampu Anda raih. Menyerah berarti menutup segala pintu dan jalan bagi kehadiran kesuksesan. Anda belumlah gagal dalam kesuksesan selama Anda tidak menyerah, namun Anda sukses dalam kegagalan ketika Anda menyerah.

Lakukan Lebih Lagi (3L)

Setelah Anda menanamkan dalam kesadaran Anda bahwa kegagalan adalah hal yang biasa dan lazim untuk mencapai kesuksesan dan Anda yakin bahwa Anda bukanlah orang yang gagal kecuali Anda menyerah, maka hal berikutnya yang perlu Anda lakukan adalah “melakukan yang lebih lagi”. Ketika tergoda untuk menyerah karena kegagalan yang beruntun maka milikilah tekad untuk melakukan yang lebih lagi. Justru ketika gagal, energi yang ada Anda balikkan untuk melakukan yang lebih lagi. Gagal kembali, lakukan yang lebih lagi. Gagal kembali, lakukan yang lebih lagi, gagal lagi lakukan yang lebih lagi … demikian seterusnya. Edison melakukannya, Lincoln melakukannya, dan nama-nama besar para pemenang dan pengubah sejarah melakukannya. Jika kita melakukannya maka dalam waktu tertentu pastilah kesuksesan akan membentangkan karpet merahnya bagi kita. Memang sagatlah sulit ketika kita harus melakukan yang lebih lagi ketika kita mengetahui sederetan kegagalan menjumpai upaya kita, namun dengan melakukan yang lebih lagi, upaya yang lebih lagi, usaha yang lebih cerdas lagi, yang lebih efektif lagi, yang lebih efisien lagi, dan tentunya disertai dengan doa yang lebih lagi, saya percaya pastilah kita akan tiba pada puncak kesuksesan.

Ketika jiwa kita lelah karena beruntunnya kegagalan tentunya memang kita haruslah memiliki waktu jeda untuk mengembalikan kekuatan jiwa dan batin kita untuk dapat segera bangkit kembali (hal ini akan saya bahas dalam blog saya berikutnya). Setelah waktu jeda atau waktu istirahat-waktu pemulihan emosi dan batin kita maka kita haruslah segera melakukan “yang lebih lagi”. Pulihnya kekuatan batin dan emosi kita setelah kegagalan sangatlah penting untuk kita dapat kembali bangkit melakukan “yang lebih lagi”. Pulihnya kekuatan jiwa dan batin haruslah kita bawa dalam prinsip “lakukan lebih lagi” (3L). Kesuksesan mau tidak mau akan hadir ketika dalam kekuatan tekad Anda melakukan  yang lebih lagi. Kondisi tidak menyerah adalah kondisi yang sebanyak apapun kita gagal, kita tetap melakukan yang lebih lagi.

Gagalnya Kesuksesan

Setelah kita melihat tentang suksesnya kegagalan, sekarang kita akan melihat gagalnya kesuksesan. Sama halnya dengan suksesnya kegagalan, maka gagalnya kesuksesan bukanlah terletak pada gagalnya pencapaian tujuan-tujuan dan obsesi atau impian Anda. Gagalnya kesuksesan diawali pada titik dimana Anda sudah menyerah kalah dalam kegagalan dan dalam keputusasaan. Hanya karena impian dan obsesi Anda tidak tercapai tidak menjadikan Anda sebagai orang yang tidak sukses atau gagal dalam kesuksesan. Hanya karena Anda tidak mencapai target-target Anda tidaklah berarti Anda adalah orang yang gagal dalam kesuksesan. Sekali lagi gagalnya kesuksesan adalah ketika Anda menyerah dalam upaya-upaya untuk mencapai matangnya kesuksesan.

Keputusasaan dan patah semangat selalu merupakan karakteristik orang-orang yang gagal dalam kesuksesan. Mundur dan enggan untuk bangkit kembali adalah tanda dari orang yang gagal. Sebenarnya energi untuk menyerah dapat dijadikan atau diubah menjadi energi utuk kembali bangkit, hanya saja kita selalu menunggu perasaan untuk bangkit itu datang menjenguk kita terlebih dahulu. Kita pada dasarnya adalah orang-orang yang selalu menunggu perasaan untuk datang. Kita lebih banyak dikendalikan oleh perasaan, sehingga tidak heran ketika beruntunnya kegagalan menjumpai kita maka kita susah sekali untuk mengubah energi yang negatif menjadi energi positif untuk bangkit. Gagalnya kesuksesan adalah karena pertama-tama kita enggan untuk bangkit kembali karena lebih didominasi oleh perasaan kita. Lakukan saja apa yang perlu dan seharusnya dilakukan dan perasaan akan mengikuti serta menyesuaikan. Jangan menunggu perasaan (mood) untuk bangkit itu datang ketika Anda gagal karena dapat dipastikan perasaan itu tidak akan pernah datang, atau Anda akan membutuhkan waktu yang lama untuk perasaan tersebut datang. Lakukan saja apa yang perlu dan apa yang harus dilakukan. Segera ambil keputusan untuk bangkit setelah Anda gagal. Jika Anda gagal mengambil keputusan untuk bangkit berarti Anda sedang bangkit mengambil keputusan untuk gagal.

Hal berikutnya yang perlu kita tanamkan dalam kesadaran kita adalah tentang hubungan integritas dan kesuksesan. Mereka yang telah sukses mencapai apa yang mereka targetkan dan impikanpun dapat gagal dalam kesuksesan ketika mereka tidak lagi menopang kesuksesan mereka dengan nilai-nilai luhur dan mulia. Banyak orang telah berada dalam puncak kesuksesan, namun banyak orang juga tidak dapat menopang kesuksesan tersebut dengan karakter-karakter yang indah dan membaikkan. Kesuksesan yang gagal adalah kesuksesan yang gagal dalam karakter yang mulia. Gagalnya kesuksesan adalah kesuksesan yang gagal dalam integritas. Justru ketika target dan impian tercapai pada saat itulah kita harus mampu menopangnya dengan nilai-nilai yang berkualitas, yang mulia dan membaikkan. Ketiadaan karakter yang indah lambat laun akan menghancurkan kesuksesan yang telah kita raih. Hanya karena semua tujuan dan impian telah tercapai tidaklah menjadikan Anda sebagai orang yang sukses. Hanya karena Anda telah berada di puncak tidaklah menjadikan Anda orang yang sukses. Kesuksesan selalu akan bersinergi dan terintegrasi dalam nilai-nilai luhur dan mulia.

Redefinisi

Sebagai tambahan, mari kita definisikan ulang tentang apa yang benar-benar gagal dan apa yang benar-benar sukses supaya Anda dapat lebih termotivasi dalam menghadapi beruntunnya kegagalan dan dapat mematangkan kesuksesan.

Keadaan yang benar-benar gagal adalah keadaan dimana Anda berhenti dan menyerah dalam upaya mencapai kesuksesan.

Keadaan yang benar-benar sukses adalah keadaan dimana Anda tidak berhenti dalam upaya terus mengejar kesuksesan yang lebih lagi.

Keadaan yang benar-benar gagal adalah keadaan dimana Anda putus asa dan tidak lagi bersedia bangkit kembali.

Keadaan yang benar-benar sukses adalah ketika Anda tidak berhenti menopang kesuksesan Anda dengan nilai-nilai yang mulia dan luhur.

Keadaan yang benar-benar gagal adalah ketika Anda tidak bersedia membangun kembali keyakinan diri Anda untuk kembali berupaya.

Keadaan yang benar-benar sukses adalah ketika Anda tidak berhenti menghiasi  kesuksesan Anda dengan indahnya karakter dan integritas.

Suksesya kegagalan adalah ketika Anda berhenti dan menyerah dalam keseluruhan upaya-upaya Anda.

Gagalnya kesuksesan adalah ketika Anda, dalam kesuksesan Anda berhenti dan menyerah untuk mencapai level kesuksesan berikutnya.

Suksesnya kegagalan adalah ketika Anda yakin bahwa Anda adalah pribadi yang gagal dan tidak layak bagi kesuksesan.

Gagalnya kesuksesan adalah ketika Anda gagal mengambil keputusan untuk segera bangkit ketika Anda gagal dalam mencapai  kesuksesan.

Anda sedikit bingung dengan kata-kata yang saya tulis di atas? Semoga Anda tidak bingung menentukan sikap dan keputusan untuk mencapai kesuksesan Anda.

Waktu masih terbentang luas di depan Anda untuk meraih apa yang Anda impikan, perjalanan Anda memanglah tidak semulus apa yang Anda inginkan dan harapkan namun percayalah Andapun sama-sama diciptakan untuk dilayakkan mencapai kesuksesan sekalipun harus dengan cucuran air mata karena beruntunnya kegagalan.

Komitmen

Walaupun sulit dan terjal pendakian menuju kesuksesan aku tetap bertekad untuk terus mendaki hingga sampai ke puncak

Sekalipun lelah dan letih jiwa karena beruntunnya kegagalan aku tetap akan berusaha untuk bangkit kembali demi mencapai keberhasilan

Tidak ada seorangpun atau hal apapun yang dapat menghentikan upayaku untuk mencapai kesuksesan kecuali diriku sendiri yang menyerah ditengah jalan karena keputusasaan

Tidak ada hal apapun yang dapat menghentikan diriku mencapai apa yang menjadi tujuan-tujuanku kecuali diriku sendiri yang berkompromi terhadap kenyamanan dan kondisi kekecewaan karena kegagalan

Aku tidak mempedulikan apapun yang disuarakan tentang diriku karena beruntunnya kegagalan, aku adalah pemegang dan pengendali kesuksesanku sendiri. Aku digerakkan hanya oleh apa yang kuyakini dan kupercayai bukan karena apa yang terdengar melemahkan semangatku

Tidak peduli seberapa banyak hal-hal  menyerang jiwa untuk melemahkanku dalam upaya-upayaku aku tetap akan berusaha hanya mempercayai kata hatiku dan keyakinanku yang mengatakan bahwa aku tetap bisa mencapai keberhasilan dan impian-impianku

Celaan dan cemoohan apapun bentuknya yang melemahkan semangatku tidak akan pernah aku percayai dan yakini dengan demikian aku akan tetap menjaga kesegaran tekadku demi mencapai keberhasilan dan kenyataan impian-impianku

Di atas semuanya itu, aku tetap akan mempercayai bahwa semua upayaku untuk kesuksesan telah ada dalam anugerah Tuhan Sang Pencipta yang dari Dia sajalah aku mendapat kekuatan dan mencapai apa yang kuimpikan

 

Salam Anugerah,

Andrew King

Yang harus diperhatikan bukanlah seberapa banyak Anda gagal namun seberapa banyak Anda mampu bangkit kembali dari kegegalan Anda –Andrew King

Categories: ENCOURAGEMENT, MOTIVASI
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: