Home > Tak Berkategori > HARTA DAN HATI

HARTA DAN HATI

HARTA DAN HATI
Matius 6:19-21

Pendahuluan
Adalah merupakan sebuah kebenaran bahwa dimanapun harta kita maka di situlah hati kita berada. Hati kita mengalir mengikuti sesuatu atau seseorang yang kita sangat hargai. Sesuatu atau seseorang yang bagi kita sangat bernilai tinggi seperti harta berharga akan demikian menarik hati kita bgaikan magnet. Manusia akan senantiasa melindungi, merawat, memelihara, bahkan rela memberikan nyawanya bagi harta yang sangat ia hargai tersebut karena hatinya melekat dengan segala hal yang bernilai bagi dia. Hati senantiasa mengarah pada apa yang sangat berharga. Yang menjadi masalah adalah apa atau siapa yang menjadi harta kita? Jawaban atas hal ini sangat menentukan segenap alur perjalanan hidup kita.
I. Harta Yang Fana
Jika hati kita melekat kepada harta yang fana maka alur perjalanan hidup kita akan penuh dengan resiko. Tuhan Yesus berkata, “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.” Dia berbicara tentang harta yang fana. Harta yang fana bisa meliputi banyak hal, mulai dari hoby kita, uang, pekerjaan, karier, binatang kesayangan, harta benda, hingga seseorang yang kita sayangi. Semua itu merupakan harta yang fana yang pada akhirnya akan hilang dalam hidup kita. Ketika semuanya itu hilang dan berakhir dalam hidup kita maka akan menjadi hal yang sangat beresiko jika hati kita terus melekat kepada harta yang fana tersebut. Oleh karena itu Tuhan berfirman supaya kita jangan mengumpulkan harta di bumi artinya supaya kita jangan melekat dengan hata yang fana, supaya hati kita dibebaskan dari keterikatan dengan segala harta yang fana.

II. Harta Yang Kekal
Tuhan Yesus menasehatkan supaya hati kita melekat dengan harta yang kekal dimana harta tersebut tidak akan pernah hilang. “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.”
Jika hati kita dapat melekat dengan harta yang kekal maka alur perjalanan hidup kita akan menjadi luar biasa. Harta yang kekal adalah harta yang paling aman bagi jiwa dan hati kita, karena harta itu tidak akan pernah binasa. Apa contoh harta yang kekal?
a) Tuhan sendiri merupakan harta yang kekal bagi kita. Jika kita menjadikan Tuhan sebagai harta bagi diri kita maka hal itu akan membuat alur hidup kita luar biasa indah. Hati kita akan terus melekat dengan Dia karena Ia telah menjadi harta kekal bagi hidup kita.
b) Ketaaatan kepada Firman merupakan harta yang kekal dalam hidup kita. Setiap tindakan ketaatan kepada firman Tuhan akan membuahkan upah kekal. Jika kita menjadikan ketaatan kepada Firman sebagai harta yang berharga maka hati kita akan terus terarah kepada Firman Tuhan. Kita akan gemar merenungkan, mendalami, dan melakukan firman. Hasilnya jelas sebuah kehidupan yang luar biasa indah sekalipun penuh dengan tantangan.

III. Harta Yang Menarik Hati
Dalam alur hidup kita berlaku prinsip rohani yang telah Tuhan nyatakan: “dimana hartamu berada di situ juga hatimu berada”. Ini adalah perinsip rohani dan merupakan sebuah kebenaran yang membebaskan. Ketika kita menjadikan segala yang fana sebagai harta kita maka hati kita akan terbelenggu-terikat dengan hal-hal tersebut. Sekali lagi ini sangat membahayakan hidup kita. Hati kita menjadi penuh dengan ketamakan dan mulai akan perlahan-lahan kehilangan fokus dengan Tuhan. Hal-hal fana yang menjadi harta kesayangan kita akan hilang pada akhirnya dan jika hati kita masih terikat akan sangat menyakitkan dan merusak jiwa kita. Semua yang harta fana memang menarik hati namun marilah kita bijak dan jangan sampai membahayakan hidup kita sendiri dengan terus membiarkan hati kita terbelenggu kepada harta fana tersebut. Ijinkan hati kita hanya melekat dengan Tuhan dan FirmanNya sebagai harta kekal kita. Biarkan hati kita terus menempel dengan harta yang tak ternilai dan sangat mulia ini yaitu Tuhan dan FirmanNya.

Penutup
Hal hal dalam kehidupan kita sangatlah berharga dan secara tidak sadar telah demikian mengikat dan membelenggu hati kita. Namun segala yang fana pada titik tertentu akan hilang, dan jika hati kita tidak terbebaskan dari ikatan maka akan sangat membahayakan. Harta yang fana memang dapat kita nikmati dan harus kita nikmati namun jangan sampai hati kita terbelenggu dengannya. Biarkan hati kita hanya terikat dengan Tuhan dan FirmanNya sebagai harta kekal yang menarik hati kita terus-menerus.
Pertanyaan-pertanyaan diskusi:
1) Apa atau siapa yang telah demikian mengikat hati Anda?
2) Apakah hati Anda telah demikian terikat dengan sesuatu atau seseorang yang Anda paling senangi dan hargai? Ceritakan pengalaman Anda!
3) Apakah Anda telah menjadikan Tuhan sebagai harta Anda? Atau sekian tahun mengikut Tuhan masih saja menjadikan Tuhan tidak berharga bagi hidup Anda? Ceritakan pengalaman pribadi Anda!
4) Apakah Firman Tuhan merupakan harta berharga bagi Anda? Adakah 1 ayat Firman yang telah demikian menyentuh hidup Anda?
5) Dalam perenungan dan doa yang mendalam, lihat posisi hati Anda sekarang, ada di harta fana atau harta kekal-kah hati Anda?

Categories: Tak Berkategori
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: